Sabtu, 10 September 2011

Bandung - Jayanti (Cianjur) - Ranca Buaya (Garut) - Bandung

Sebuah perjalan dalam rangka melepas kepenatan aktifitas sehari. Perjalanan di mulai dari Bandug ke arah Ciwidey. Menyusuri hamparan perkebunan teh yang nampak hijau, dan udara pegunungan yang begitu dingin dan segar. Tibalah saya di perkampungan terakhir Kabupaten Bandung yang berbatasan dengan Kabupaten Cianjur. Nama kampung itu adalah Kampung Purut.

image

Di sebuah warung nasi saya berisitirahat makan siang, dengan menu yang sederhana namun sangat nikmat disantap. Nasi panas, goreng ayam dan sambal goang menemani makan siang.

image
image

Sungguh makan siang yang nikmat. Ditambah lagi dengan sambutan yang ramah dari warga sekitar, membuat perjalanan ini semakin berkesan.

image

Setelah makan siang saya melanjutkan perjalan, menyusuri jalanan yang berkelok-kelok, jalanan berlubang hingga hutan di kiri kanan jalan.

Bebebrapa kilometer dari perbatasan Kabupaten Cianjur, saya menjumpai sebuah sungai yang lumayan besar, dan airnya sangat jernih. Saya melihat sekelompok anak kecil yang sedang asik berenang di sungai tersebut. Saking asiknya anak-anak itu bermain air, membuat saya tertarik untuk ikut berenang bersama mereka. Tanpa pikir panjang lagi saya langsung parkir motor saya dan bergegas terjun ke sungai itu.

image
image

Sungguh menyenangkan bisa bermain di sungai itu, tanpa ada polusi dan limbah.
Kemudian perjalanan saya lanjutkan masih dengan menyusuri jalanan yang berkelok-kelok, berlubang, berbatu dan hutan di sisi kiri dan kanan jalan.

Menjelang senja akhirnya tibalah saya di Pantai Jayanti Kab. Cianjur. Pantainya lumayan bagus namun masih kurang fasilitas umum seperti penginapan, tempat makan dan sarana wisata lainnya.

image

Perjalanan kembali saya lanjutkan menuju Ranca Buaya yang jaraknya kurang lebih 26KM dari Jayanti. Jalanan kali ini tidak terlalu berkelok-kelok, jalanan mulus dan pemandangan sisi kanan jalan adalah pantai.
Hingga matahari terbenam tibalah saya di Pantai Ranca Buaya Kabupaten Garut. Namun sayang, moment matahari terbenam tidak dapat terabadikan dengan sempurna karena awan cukup tebal menyelimuti sang surya.

image

Esok harinya langit begitu cerah di Pantai Ranca Buaya, ditemani deburan ombak yang cukup keras khas pantai selatan.

image

Cukup lengang keadaan pantai siang itu, mungkin karena liburan telah usai jadi sedikit pengunjung di pantai ini. Yang ada hanya hamparan pasir dan perahu nelayan di pantai.

image
image

Ciri Khas dari pantai ini adalah batu karang. Sebagian besar pantai Ranca Buaya adalah karang. Banyak ikan-ikan kecil yg terbawa oleh ombak terperangkap dalam karang, sehingga orang-orang berusaha menangkap ikan-ikan tersebut. Inilah uniknya Pantai Ranca buaya.

image
image
image

Akhirnya waktu memaksa saya untuk kembali ke Bandung. Estimasi waktu untuk sampai Bandung adalah kurang lebih 4jam perjalanan. Pertimbangannya, jangan sampai matahari terbenam sebelum memasuki daerah Pangalengan, karena medan yang cukup berat, sisi kiri dan kanan masih terdapat jurang yang terjal dan hutan ditambah kondisi jalan yang lumayan rusak.

 Persinggahan terakhir saya adalah di sebuah sungai di Kecamatan Cisewu Kabupaten Garut. Seperti biasa, saya berenang dan berfoto. Kali ini sungai nya memiliki air terjun. Sungguh indah alam ini.

image
image

Perjalanan saya lanjutkan hingga saya tiba di rumah dengan selamat.

Hanya ada satu kata yang mampu menyimpulkan perjalanan ini “Subhannallah”.

Jumat, 17 Juni 2011

Lunar Eclipse (gerhana Bulan 16 Juni 2011)

Pada mulanya saya tidak berniat untuk mengabadikan moment penting penting ini, namun malam itu (pukul 18.49) bulan purnama nampak indah. Akhirnya saya mengambil kamera dan mengabadikan itu.
Berikut ini foto bulan purnama saat pukul 18.49 WIB.


Malam itu tiba di rumah sekitar pukul 00.30 WIB. Seperti biasa, sampai rumah nyalain komputer lalu "on line". Malam itu "time line" di twitter penuh banget dengan gerhana bulan. Hampir semua tweet malam itu isinya tentang gerhana bulan. Saat itu saya masih santai di depan komputer dan televisi. Namun waktu itu hampir jam 2 malam saya iseng keluar rumah dengan membawa kamera. Dan inilah hasil jepret kira-kira pukul 01.52 WIB.


Gema Takbir pun berkumandang, terdengar jelas karena letak mesjid tepat didepan kamar. Dari jauh pun terdengar sayup-sayup kumandang takbir. Cukup membuat saya merinding dan terharu malam itu. Mulai saat itu lah saya tidak dapat menyaksikan bulan karena tertutup awan.
Kira-kira sekitar jam setengah tiga saya membaca tweet seorang teman, ternyata sang bulan sudah memerah. Saya beranjak pergi keluar rumah dengan kamera saya. Dan ternyata benar, bulan nampak berwarna merah. Namun sayang saat itu cahaya nya sdikit redup, sehingga saya tepaksa memotret dengan kecepatan rendah dan iso tinggi. Hasilnya foto sedikit "shake" dan terlihat "noise". Inilah hasil foto pada pukul 02.55 WIB.
 

Setelah itu saya tidak dapat melihat bulan lagi hingga PAGI menjelang. Sungguh kejadian alam yang sangat menakjubkan. Subhanallah sang pencipta kembali menujukkan kebesarNya.

Minggu, 22 Mei 2011

Hunting Foto Depan Rumah


Sore itu langit nampak cerah, saya sangat penasaran dengan hasil foto dari lensa yang baru saya beli. Iseng-iseng pergi ke halaman depan rumah dengan membawa kamera, dan hasilnya dapat foto ini. Konon katanya kamera yang saya pakai itu kurang dapat memotret biru nya langit dan hijau nya dedaunan. Namun akhirnya pernyataan itu terbantahkan.


Keesokan harinya setelah hujan turun, masih dari halaman depan rumah. Saya mendapati bunga sepatu tumbuh mekar dengan beberapa tetesan air hujan. Tanpa pikir panjang langsung ambil kamera lalu jepret.
 
Sebulan kemudian, serangan ulat ulat bulu mulai nampak dihalaman depan rumah. Mungkin kemarau akan segera datang. Namun demikian hikmahnya adalah saya mendapat foto yang bagus dari sang monster berbulu ini.

Senin, 28 Maret 2011

NISHUKAGE Band


Foto profil band Nishukage...

Jumat, 04 Maret 2011

Tilt Shift (Miniature)








Mencoba untuk membuat foto seperti miniatur.